Badan rasanya masih remuk, jam biologis tubuh terpaksa berubah ketika beberapa hari ini harus bangun pagi. Memang sudah sekian lama sejak menjadi full time travel blogger jam kerja saya berubah. Saya pun sepertinya sudah menjadi seorang manusia kalong sejati. Yang terasa efeknya ketika harus sering bangun pagi. Hari itu, saya masih mengikuti program Bootcamp yang diadakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara. Dan kali ini jadwalnya adalah menengok konsentrator dimana proses pengubahan seonggok batu tak berharga menjadi konsentrat bernilai tinggi, kemudian di jual kepada para pembelinya setelah dimurnikan secara proses Fisika. Sementara tailing sebagai residunya, akan ditempatkan di laut dalam.

1422550718489126910
Mereka para peserta Newmont Bootcamp yang selalu penuh semangat!
Seperti biasanya, para peserta Newmont Bootcamp digiring ke ruang Makan Tambora, untuk menikmati makanan sehat sebelum beraktifitas. 1/4 Piring Protein tanpa lemak, 1/4 Karbohidrat, 1/2 Piring buah dan sayuran, begitulah seharusnya makanan sehat seperti yang dianjurkan di porsi 1 piring makanan yang ada di Ruang Makan Tambora. Kenyataanya,  seorang karnivor seperti saya, porsi protein pasti lebih banyak. Hehee! Area Konsentrator yang  menjadi lokasi kunjungan hari ini berada tidak jauh dari area pit.

Sebelum melihat langsung bagaimana pemisahan mineral berharga dari batuan, para peserta Bootcamp termasuk saya diberi penjelasan teknis lewat presentasi. Pada presentasi ini dijelaskan teknisnya secara detail, bagaimana bijih batuan setelah dihancurkan menjadi sedikit lebih oleh crusher dibawa oleh ban berjalan diproses di Konsentrator.

14225508441580579319
Konsentrator PT Newmont untuk pemrosesan bijih batuan menjadi konsentrat yang merupakan debu berharga.
Singkatnya seperti ini...
Bijih batuan akan dicampur dengan air laut, kemudian dilanjutkan dengan digerus dengan menggunakan 2 penggerus utama yang disebut Semi Autogenous (SAG) mill dan penggerus tambahan yaitu 4 ball mill. Hasil dari penggerusan di ball mill adalah partikel halus yang terkandung dalam bubur bijih batuan. Nah dari sini kemudian dipompa ke tangki siklon untuk pemisahan akhir mineral berharga dari bijih. Bubur bijih halus dari tangki siklon dialirkan ke sejumlah tangki untuk diambil kandungan mineral berharganya. Tangki ini disebut sel flotasi.
14225513811059533892
Semi Autogenous atau SAG mill untuk menggerus batuan menjadi lebih kecil lagi.
14225514411134710692
Ball mill untuk penggerusan selanjutnya.
Proses sendiri masih belum berhenti disini, karena masih ada proses fisika yang mereka sebut dengan Flotasi. Gampangnya proses flotasi ini adalah pengapungan mineral berharga (entah emas atau tembaga), untuk kemudian diambil sebagai hasil akhir yang berupa konsentrat.

1422550960328039065
Konsentrator PT Newmont untuk pemrosesan bijih batuan menjadi konsentrat yang merupakan debu berharga.
14225510791298554558
Salah satu monitor di ruang kontrol konsentrator menampilkan status konsentrator dalam kondisi real time.
14225511571280121214
Proses flotasi untuk mendapatkan konsentrat berharga.
Karena proses pembentukan konsentrat ini dilakukan secara fisika, jadi hasil akhirnya hanya berupa tailing yang tidak terkontaminasi dengan bahan kimia. Dan kemudian tailing relatif aman untuk ditempatkan ke dalam palung laut dalam. Sedangkan konsentrat yang didapatkan akan dihilangkan kadar garamnya dengan bantuan air tawar di tangki penghilangan kadar garam. Semoga kalian tidak bingung membaca pengalaman saya selama di Konsentrator ini. Bahkan, kata teman - teman yang kuliahnya di metalurgi saja, penjelasan tentang konsentrator ini adalah pelajaran selama beberapa semester. Saya aja yang lulusan Teknik Elektro Kadang masih bingung~ XD 

14225512181136716690
Selain konsentrat, hasil lainnya adalah Tailing yang diamankan sedemikian rupa, lalu ditempatkan di laut dalam.

14225512841130859092
Tailing (kiri), Konsentrat (kanan)
O iya, perjalanan konsentrat masih belum berakhir disini ya. Konsentrat yang sudah dihilangkan kadar garamnya tadi akan dialirkan melalui pipa ke fasilitas filtrasi yang ada di Benete. Nah disinilah proses akhir dari perjalanan konsentrat. Kandungan air konsentrat dihilangkan, hingga hasil akhirnya berupa bubuk yang menyerupai debu. Pun hasilnya debu, ini adalah debu berharga yang didalamnya mengandung tembaga, perak bahkan sampai emas. 

Konsentrat akan ditampung di sebuah gudang yang ada di Benete, sebelum akhirnya diangkut menggunakan kapal. Tentunya sebagian dari konsentrat dikapalkan ke sejumlah pabrik peleburan atau smelter di Gresik, Jawa Timur dan ke berbagai belahan dunia. Proses pemisahannya dan pengambilan logam berharga yaitu tembaga atau bahkan emas sendiri terjadi pada smelter.

14225515892052508567
Tumpukan debu bernilai tinggi yang disebut dengan konsentrat inilah yang diharapkan
Sebelumnya saya hanya mendengar dan melihat proses yang terjadi di Konsentrator ini lewat slide presentasi atau dari infografis yang bertebaran di dunia maya. Namun karena mengikuti program Newmont Bootcamp ini saya jadi bisa melihat secara langsung proses tadi. Bahkan beberapa teman peserta Bootcamp ada yang secara langsung menyentuh dengan tangan mereka baik Konsentrat ataupun Tailing. Kalau saya, dari pada tangan dan shutter kamera kotor, saya cuma berani menyentuh Konsentrat yang sudah dikeringkan! 

14225516291520725494
Melihat yang dinamakan dengan konsentrat dari jarak dekat
14225516551860028948
Sejumput debu berharga dari Sumbawa di jari saya
14225517051206725693
Konsentrat berharga ini siap untuk dijual
Ps : Tulisan ini berdasarkan data dan fakta yang saya lihat selama mengikuti Program Newmont Bootcamp di Batu Hijau, Sumbawa. Tidak ditambahi, ataupun dikurangi. Kalau ada penulisan yang salah kritik dan sarannya bisa dituliskan di komentar yang ada dibawah.
Pernahkah terbayang bagaimana dengan peradaban manusia tanpa energi? Jawaban yang pasti adalah tidak akan ada peradaban sama sekali. Manusia pasti tidak akan pernah menjadi pejalan di muka bumi ini. Faktanya sekarang peradaban ada karena manusia menemukan api sebagai bentuk energi yang dimanfaatkan manusia untuk pertama kali.

Selanjutnya, manusia mulai menemukan sumber energi yang lain seperti minyak bumi, batu bara, gas alam. Tetapi tahu tidak, kalau sebagian besar sumber energi yang digunakan manusia untuk mengembangkan peradabannya tadi adalah energi yang akan habis dimakan zaman. Artinya, suatu saat energi itu akan habis!

Iya... Anak cucu manusia jaman sekarang tidak akan mendapatkan apapun.
Peradaban manusia yang kehabisan energi akan seperti ini, tak ada warnanya...
Sehingga bukan tidak mungkin kalau peradaban manusia akan terancam, jika tidak ada sumber energi baru yang bisa menjaga kelangsungan peradaban manusia yang semakin modern ini. Lantas, bagaimanakah seharusnya manusia mempertahankan kelangsungan peradaban?

Jawabannya adalah dengan energi terbarukan, atau energi yang bisa berkelanjutan, tidak habis meskipun dipakai secara terus menerus. Meskipun masih belum terlalu banyak, sekarang ini mulai banyak yang mulai memanfaatkan energi terbarukan, menggantikan bahan bakar fosil yang pasti akan habis.

Masalahnya... Belum semua kalangan mampu dan tahu akan penggunaan energi terbarukan tadi. Misalnya, sinar matahari yang menurut saya salah satu bentuk energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan melalui teknologi yang dinamakan solar cell atau solar panel. Paling tidak matahari akan masih menyinari kita beberapa milyar tahun kedepan bukan? Kecuali beberapa tahun kedepan ternyata kiamat...

Energi diperlukan untuk keberlangsungan peradaban manusia.
Jadi sebenarnya di dekat manusia ada sumber energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan, dengan bantuan teknologi yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Solar panel atau solar cell adalah jawaban, untuk setiap manusia. Apalagi untuk pulau seperti Sumba, teknologi tadi akan sangat membantu, karena disana tidak ada jaringan gas atau listrik seperti pulau lainnya.

Dunia perlu diperlihatkan bagaimana hidup tanpa adanya listrik, atau sumber energi yang lainnya. Supaya banyak yang sadar kalau sekarangnlah saatnya energi terbarukan menggantikan bahan bakar fosil, untuk kelanjutan peradaban manusia hingga akhir zaman. Ekspedisi Sumba yang akan diadakan Hivos, adalah aksi nyata tentang bagaimana energi terbarukan bisa mempertahankan peradaban... Bahkan bisa menjadikanya lebih baik. Dan Pulau Sumba akan menjadi pembuktian pernyataan itu dimasa depan!


Sekarang... Kenapa Hivos harus memilih saya untuk menjadi anggota tim Ekspedisi Sumba ini? Pertama saya adalah petualang yang haus dengan pengalaman baru untuk saya ceritakan kepada pembaca saya di media blog. Saya adalah penyuka tantangan yang juga pecinta lingkungan. Beberapa cerita petualangan saya bisa dibaca travel blog saya, disini :
PS: Tulisan ini untuk mendukung dan mengkampanyekan pemanfaatan energi terbarukan, terutama di Pulau Sumba, Indonesia. Jangan lupa dukung aplikasi Hivos saya dengan berkomentar untuk mendukung saya disini agar saya bisa terpilih menjadi salah satu petualang peduli energi terbarukan untuk Sumba.

Apa Itu AFTA dan Sejarahnya?

Sebelum saya menulis panjang dan lebar, sudahkah teman - teman tahu apa itu AFTA? Ataukah teman - teman memang tidak mau tahu tentang AFTA karena masih mikir besok mau makan saja susah? Oke, paling tidak sekarang kita harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan AFTA tadi. Terlebih lagi yang namanya AFTA ini akan mulai diberlakukan pada tahun 2015, tepat setelah beberapa bulan selesainya tahun politik panas 2014.

AFTA yang merupakan akronim dar ASEAN Free Trade Area sejatinya merupakan kesepakatan dari negara - negara di asean untuk membentuk sebuah kawasan bebas perdagangan. Tujuannya sih agar bisa  meningkatkan daya saing ekonomi kawasan ASEAN di dunia. Harapannya, kalau yang namanya AFTA ini sukses, asean bisa menjadi kawasan basis produksi didunia seperti yang sudah ada sekarang ini yaitu China. Coba ingat? Sudah berapa ratus produk yang masuk ke indonesia itu Made In China?

Komunitas ASEAN 2015!
Perjanjian perdagangan bebas AFTA dicetuskan ketika terjadi pertemuan tingkat Kepala Negara ASEAN atau SEAN summit ke-4, yang dilakukan pada tahun 1992. Pada pertemuan itu kemudian para kepala negara mengumumkan akan membentuk sebuah kawasan perdagangan bebas di asean dalam jangka waktu 15 Tahun. Kalau dihitung seharusnya akan efektif berjalan secara penuh pada tahun 2007. Namun kenyataanya, AFTA ini akan aktif pada tahun 2015, 22 tahun kemudian.

Nah, dengan adanya kebijakan perdagangan bebas AFTA ini, nantinya tidak akan akan ada hambatan tarif(bea masuk 0-5%) ataupun hambatan non tarif untuk negara - negara anggota ASEAN. Dengan begitu, tentunya keuntungan dan tantangan akan muncul untuk negara Indonesia juga dong. Lantas, apakah negara kita Indonesia sudah siap? Siap memanfaatkan kondisi ini untuk membuat negara lebih maju dan berkembang? Apalagi AFTA ini efektif tahun 2015, tidak begitu lama setelah Pemilu, dan pemilihan presiden Indonesia yang baru. Sementara menurut saya, sampai sekarang belum ada pemimpin rakyat, entah itu caleg atau capres yang kompeten untuk menjalankan pemerintahan setelah 2014. Tidak percaya? Silahkan cek cv caleg - caleg di tahun 2014 ini : (dct.kpu.go.id)

Tantangan AFTA 2015 Untuk Indonesia


Sebelum saya menuliskan keuntungan AFTA 2015 untuk indonesia, saya akan menyebutkan tantangannya terlebih dahulu. Agar orang - orang indonesia tahu, dan tidak selalu terlena dengan negara yang katanya ijo royo -royo, dan mempunyai banyak sumber daya alam ini.

1. Tantangan Pendidikan
Kalau melihat negara maju di ASEAN seperti Singapore, pendidikan mereka terlihat lebih maju. Lantas Indonesia sendiri bagaimana menghadapi serbuan para pekerja hasil output negara di ASEAN seperti Singapore? Padahal salah satu efek dari AFTA adalah setiap warga anggota negara ASEAN bisa sekolah atau bekerja di tiap negara anggota ASEAN.

Sementar menurut saya, pendidikan di Indonesia ini masih sedikit carut marut. Contoh sederhananya saja, ada teman saya yang seorang lulusan Teknik Elektro malah bekerja di bidang perbankan, atau ada sarjana pertanian yang tidak bisa bekerja sesuai jurusan di ambilnya.

Menurut saya pendidikan di negara ini masih belum tepat sasaran untuk mengenali potensi anak didik dengan tepat sasaran, sehingga anak didik bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Bisa - bisa dengan adanya AFTA 2015 pengangguran malah semakin banyak, karena banyak perusahaan di Indonesia yang malah merekrut tenaga kerja dari negara anggota ASEAN lain dengan kompetensi yang lebih baik.

2. Tantangan Perdangangan
Sebelumnya saya mau tanya dulu, sekarang ini Indonesia adalah negara “Pengekspor” atau negara “Pengimpor”?

Menjawab pertanyaan ini tidak perlulah sulit - sulit, lihat saja smartphone/handphone yang teman - teman punyai made in mana? Sepengetahuan saya sih rata - rata kalau tidak made in china, ya made in vietnam. Indonesia ini hanya dijadikan pasar, sangat sedikit sekali atau bahkan tidak ada ya, tempat produksi barang yang di Indonesia? (*maaf saya kurang tahu tentang ini karena tidak ada data :)*)

Saya memberi contoh barang yang sepele seperti smartphone/handphone, karena barang seperti ini meskipun sedang musim hujan, banjir ataupun dolar naik, penjualannya tetap meroket. Mengingat kebanyakan masyarakat kita yang lebih mementingkan prestise dan style daripada fungsi dari sebuah smartphone sendiri.

Terlepas dari contoh yang saya berikan, selama Indonesia masih menjadi negara “hobi impor” AFTA 2015 malah akan menjadikan negara ini sebagai pasar terbesar barang - barang impor dari negara ASEAN yang lain. Mau negara kita cuma dijadikan tempat jualan saja? Pikirkan!

Keuntungan AFTA 2015 Untuk Indonesia


Memang, bukan hanya tantangan saja yang akan dihadapi Indonesia di AFTA 2015 ini. Ada juga keuntungan yang bisa didapatkan negara ini jika bisa memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN ini dengan baik. Kalau dimanfaatkan dengan benar, ada kemungkinan bisa membuat Indonesia lebih maju, bahkan bisa mengalahkan negara seperti Singapore.

1. AFTA 2015, Berarti Ijin kerja di Negara ASEAN Lebih Mudah. Saatnya Menjajah “ASEAN”
Tenaga kerja professional saatnya menjadi TKI, jangan cuma kita saja yang dijajah oleh negara lain. Saatnya kita menjadi “ekspat” di negara lain. Apalagi gaji di negara Asean semacam Singapore atau Malaysia tentunya akan lebih besar dari pada di Indonesia. Jangan mau kalah dengan TKI dong, mereka bisa menjadi pahlawah devisa, kita para tenaga kerja terdidik professional pun bisa ikut menyumbang devisa negara. Yuk!

2. Manfaatkan Pariwisata Sebagai Sumber Devisa Selain Sumber Daya Alam.
Hei orang Indonesia, saatnya mulai sadar! Sumber daya alam negara kita ini sudah semakin habis! Tinggal menunggu waktu saja kita tidak bisa banyak menjual Sumber Daya Alam untuk menjalankan negara. Kita harus mulai memikirkan sumber penghasilan lain yang berkelanjutan untuk memajukan negara.

Sadar tidak kalau negara ini mempunyai banyak sekali potensi pariwisata. Ada berapa banyak tempat wisata yang bisa dikelola dengan baik. Sehingga bisa diperhitungkan sebagai sumber devisa yang berkelanjutan. Manfaatkan AFTA 2015 ini untuk bisa mendapatkan banyak turis asing yang mau datang ke Indonesia. Kalau dikelola dengan benar, mungkin negara ini bisa kaya hanya dengan Pariwisatanya. Masak mau kalah sama Singapore dan Malaysia?

Solusi Menghadapi AFTA 2015 Untuk Indonesia


Ada beberapa hal penting yang bisa membuat Indonesia bisa bertahan, atau bahkan bisa memanfaatkan AFTA 2015 untuk membuat negara ini lebih maju. Pendidikan yang baik, Hukum yang ditegakkan, Kedisiplinan,  dan Semangat Optimisme untuk maju tiap - tiap warga negara ini.

Kalau itu semua bisa dilakukan dengan baik, maka bukan tidak mungkin kalau Indonesia akan kembali mengaum. Kembali mengaum sebagai Macan Asia yang pernah begitu ditakuti oleh negara lain. Nah, semoga tulisan saya ini bisa berguna untuk para pembaca kompasiana sekalian ya. Mari kita songsong AFTA 2015 dengan persiapan lebih baik :)

Sumber Data dan Gambar : http://Rappler.com http://www.tarif.depkeu.go.id/Others/?hi=AFTA